divaluna fla

Manusia Pemakan Kertas

IMG_3591

Dulu aku pernah berpikir untuk mengabadikanmu dalam tulisanku, karena dari semua hal tentangmu, yang aku punya satu-satunya adalah kenangan. Aku berencana menjadikanmu abadi, setidaknya untuk kubaca sendirian ketika nanti pikiranku tak lagi ingat siapa kamu. Karena bagaimanapun kamu sudah terlanjur masuk ke dalam duniaku, terlampau jauh, meninggalkan banyak jejak yang aku ragu bahkan hujan entah mampu atau tidak menghapus semuanya.

Mungkin selama ini bagimu aku hanya manusia yang kebetulan ada di dalam beberapa tahun kisahmu, tapi bagiku kamu tidak begitu. Dengan perasaan yang tak pernah bisa aku jelaskan, karena entah sudah berapa banyak rasa yang tercampur menjadi satu. Tentu saja rasa senang mendominasi banyak hal, walaupun terkadang ia berubah wujud menjadi begitu menyedihkan. Saat-saat itu pikirku masih terlalu dangkal memang, namun dibanding sekarang aku tahu itu perasaan paling tulus yang pernah aku berikan. Aku tak mau bilang kamu beruntung mendapatkannya, karena aku tahu di sudut pandangmu semua itu tampak biasa saja. Tak mengapa, aku pun tak pernah berharap kamu memandangnya demikian.

Saat kamu mencariku untuk mendengarkan pendapatku tentang banyak hal, walaupun ‘hal’ itu adalah manusia istimewa yang sedang ingin kamu dekati, atau hadiah seperti apa yang harus diberikan untuk manusia istimewa tersebut, terlepas dari itu aku senang mendengarmu bercerita. Beberapa tahun yang lumayan melelahkan untuk gadis kecil yang berusia 15 tahun yang berusaha memahami banyak hal. Aku tahu bagi orang dewasa ini hanyalah kisah yang hangat untuk jadi bahan candaan, kisah cinta yang tak perlu terlalu dipikirkan, apalagi membuat galau berkepanjangan.

Walaupun demikian aku tak pernah menganggap ini hanya sebatas perasaan anak kecil yang baru saja mengenal rasa suka, karena pada saat itu aku belajar banyak hal karena kamu, agar saat kamu memintaku untuk melakukannya aku dapat membantumu, setidaknya sebagai seorang teman. Sekarang umurku sudah hampir 18 tahun, cukup dewasa dari sebelumnya. Dengan perjalanan lima tahun dalam rangka membebaskan makhluk bernama rasa suka itu, menjabat tangannya dan berdamai, aku pikir sekarang semua terasa lebih baik, walaupun kosong dan sepi.

Terima kasih dengan tulus atas rasa senang yang tanpa sengaja kamu berikan, sedih dan kecewa sudah lama telah aku lepaskan. Selamat bersenang-senang di semesta baru kamu sekarang yang aku harap tetap dan akan selalu indah. Aku akan tetap di semestaku, menunggu matahari terbit membasuh semua permukaan yang telah lama lupa dengan rasa hangat dan cahaya yang menyenangkan.

Ditulis pada tahun 2023.

divalunafla.